Kamis, 12 Maret 2020

sejarah agraria- review materi perkuliahan


SEJARAH AGRARIA
REVIEW PERTEMUAN KE 1&2 (9Maret2020)
A.    Definisi Agraria secara umum merupakan tanah atau pertanian.
Dalam bahasa Yunani age (tanah), agrarius (perswahan/perladangan). Sedangkan dalam KBBI memiliki arti urusan pertanian atau kepemilikan tanah. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Agraria merupakan urusan pertanahan yang menyangkut hak yang wajib dipertahankan(kepemilikan). Dalam pembahasannya menyangkut tanah yang terlihat di permukaan maupun semua hal yang terkandung di dalam dan diatasnya seperti air dan udara.
B.     Undang-Undang Pokok Agraria
1.      Secara luas mencakup berbagai hal : bumi, air, angkasa dan kekayaan alam yang ada didalamnya (dalam arti fisik)
2.      Secara yuridis : hak – kekayaan alam yang terkandung di satu area/wiliyah berhak dieksploitasi oleh pihak yang memiliki wilayah. (misal:negara/pemerintah)
3.      UU no 24 1992 : tentang penataan ruang : bahwa ruang sebagai wadah yang eliputi daratan, lautan, dan udara sebagai kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. Permasalahan tata ruang merupakan satu turunan dari induknya.(Agraria)
4.      Meliputi Sumber Daya Alam : hutan, tambang, lingkungan (tata air dan tata ruang)
Poin diatas memilki arti bahwa segala hal yang menyangkut kehidupan atau penghidupan manusia berupa tanah, air, udara dan lain sebagainya yang merupakan sumber kehidupan.
C.    SEJARAH AGRARIA DUNIA : REFORMASI AGRARIA DUNIA
1.      YUNANI KUNO
Retribusi land dan fasilitas perkreditan. Pada masa ini terjadi kebebasan hektemor dari hutang dan membebaskan dari status sebagai budak pertanian. Jadi pada zaman itu terjadi kebangkitan dan perubahan dimana banyak para budak yang dibebaskan serta masalah perhutangan lebih dimudahkan. (hektemor – petani)
2.      ROMAWI KUNO
Dilakukan upaya pencegahan terhadap timbulnya pemberontakan. Terjadinya pemberontakan didasari karena penolakan terhadap sistem feodalisme yang dianut. Untuk mengatasi pemberontakan tersebut pemerintah Romawi Kuno menggunakan cara dengan mengangkat rakyat kecil dengan cara retribusi tanah milik umum, kemudian menetapkan batas maksimal, dan dibagikan kepada masyarakat secara sama rata. Cara tersebut digunakan agar tidak terjadi pemberontakan oleh masyarakat terhadap pemerintah Romawi Kuno.
3.      INGGRIS
Enclousure movement merupakan pengkaplingan yang disewakan untuk umum menjadi tanah individu oleh tuan tanah, karena tekanan pasar. Hal tersebut dilakukan untuk mengalihkan usahanya dari pertanian menjadi perternakan. Tidak heran jika pada zaman sekarang petani atau peternak di Inggris memiliki tanah yang luasnya berhektar-hektar, hal tersebut merupakan dampak dari sejarah pertanahan yang menganut sistem feodal.
4.      REVOLUSI PRANCIS
Sistem feodal dihacurkan, karena masyarakat merasa tidak mendapatkan keadilan. Pada masa itu semua taah merupakan hal milik raja. Kemudian muncul pemberontakan yang kemudian banyak tanah yang dibagikan kepada para petani dan para budak petani yag sebelumnya tidak memiliki hak atas tanah tersebut.
5.      RUSIA
Stollpin Reform (1906-1911) : petani di bebaskan dari komune-komune hingga tahun 1917 komunis yang bersifat radikal menghapuskan tanah-tanah milik pribadi, sewa-menyewa dilarang, penguasaan tanah dilarang dan hak garap diatur.
6.      Piagam petani/peasents charter
D.    AGRARIA SEBAGAI SUMBER PENGHIDUPAN RAKYAT INDONESIA
-          Besarnya faktor ketergantungan manusia dan tanah sering dijadukan sebagai objek perebutan sehingga memunculkan dampak berupa konflik antar golongan manusia.
-          Tanah merupakan persoalan yang tidak ada habisnya untuk diperbincangkan oleh akademisi sejarawan, ekonomi, dan politik serta pakar hukum. Manusia sangat bergantung dan sanagat mebutuhkan tanah, hal tersebut karena tanah merupakan sumber dari segala kehidupan yang diperlukan manusia seperti tanaman, air, dan lainnya.
-          Bukan hanya soal hidup dan penghidupan manusia, konflik yang timbul juga akibat dari kesalah pahaman manusia sehingga sebagai rujukan soal agraria tetap relevan untuk diperbincangkan.
-          Mengenai penghidupan masyarakat luas, tanah merupakan sumber dari segala makanan sehingga perebutan sering terjadi. Konflik tentang pertanahan terus terjadi karena pada hakekatnya sudah dianggap sebagai sumber kehidupan manusia.
E.     SEBAB-SEBAB TERJADINYA KONFLIK AGRARIA
1.      Adanya tangan-tangan dari kekuatan-kekuatan yang memang ingin menguasai sumber-sumber alam Indonesia yang kemudian merekayasa konflik dam membelokkan masalahnya atau masalah inti yang dikaburkan.
2.      Historical trauma dimana merupakan suatu sifat yang bayak ditemui dikalangan masyarakat yaitu berdiam tanpa perlawanan sehingga sangat mudah dibelokkan dari isu-isu agraria ke isu SARA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar